Tampilkan postingan dengan label womb. Tampilkan semua postingan
Hari ini tanggal 4 Februari 2014.
Tinggal 7 hari lagi bagi saya untuk menyelesaikan magang. Untuk bertemu Yoga.
Dih.. kangennya setengah mati!

Dahulu saya sering menganggap remeh mereka yang LDR-an, saya pikir ah cuma terpisah jarak jauh kok, apa sussahnya?
Sekarang saya ditampar balik sama perkataan saya sendiri. Asal tahu saja, ditampar balik itu lebih menyakitkan.

Saya magang di Kaliurang, sedangkan Yoga di Bogor. Pernah saya iseng-iseng mengukur jarak tempat kami magang dengan menggunakan Google Maps, hasilnya diperlukan kurang lebih 11 jam perjalanan dengan mobil untuk menempuh jarak Kaliurang-Bogor. Jarak terjauh yang pernah saya alami dengan Yoga sampai detik ini.
Sebelum magang, saya sudah memaksa mengancam janjian dengan Yoga untuk video call setiap malam sehabis jam kerja magang. Bahkan kami pergi ke counter bareng untuk membeli perdana berkuota besar agar LDR-an kami lancar. Sudah persiapan lah, istilahnya. Sudah punya bekal untuk jauh-jauhan selama sebulan.
Namun takdir berkata lain. Tempat Yoga magang sungguh pelosok, hanya satu provider saja yang bisa menjangkaunya (jangan menebak itu provider t***o**e* ya, sama sekali gak nyaut juga disana). Itupun hanya bisa sms dan telfon. Itupun harus jauh naik ke lapangan, jalan kaki biar bisa dapet sinyal buat telfon dan sms. Sia-sia kuota yang kami beli. Sia-sia.

Awal magang, saya benar-benar diuji. Saya terbiasa ketemu hampir tiap hari sama dia, watsapan hampir tiap malem. Sekarang buat sms aja susahnya minta ampun. Bisa nunggu semalaman cuma biar sms saya ke dia bisa kekirim. Sanggupkah saya? Sanggupkah kami?
Puji Tuhan, Yoga mau berjuang buat naik ke lapangan sehingga bisa nelfon. Puji Tuhan ada Virgi yang nemenin. Meskipun kadang saya kesal karna merasa dia sama sekali tidak berusaha untuk menghubungi saya, tapi saya tahu bahwa dia sudah berusaha sebisanya. Bahwa gak cuma saya aja yang kesiksa kala datang hujan lebat di malam hari atau ada tugas lembur mendadak sehingga kami tidak bisa sms atau telfon. Dia memang jarang bilang 'kangen' secara langsung, tapi hati saya bisa merasakannya kok :')

cepet pulang ya, Hasian. Seminggu lagi. Pulang Solo. Aku jemput kalo bisa.
Kungfu Panda 3 udah masuk coming soon lho.. Kita udah janjian mau nonton itu habis magan kan..
Aku mendokanmu disini seperti kamu mendoakanku disana. Biarlah untuk sebulan ini kita bertemu dalam doa dulu :')
Rinduku sudah tidak bisa digambarkan lagi. Tidak bisa dibandingkan lagi.
Seminggu lagi ya Hasian, seminggu lagi.
Aku menantimu.

Saat beban hidupku seakan bertambah berat,
Saat tanggung jawab yang kuemban semakin banyak,
Saat aku mulai dipercaya orang lain untuk menentukan dan memutuskan arah hidupku,

Kamu hadir, tepat pada waktunya.

Entah apa jadinya bila kamu tidak ada,
Atau bila kamu hanya hadir seperti orang lain. Hadir tanpa kesan.

Tetaplah hadir
Tetaplah mendukungku meski tak banyak orang yang tahu
Tetaplah bersamaku meski banyak yang meremehkan bahwa ini akan berhasil.

toh bukan mereka yang tentukan, tetapi kita, tentu saja dengan penyertaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pasangan hidup tidak ditentukan, tapi dibentuk. :)

Rabu keempat.
genggaman kita semakin erat
sebentar saja tak bertemu terasa berat.

Rabu keempat.
makin banyak air mata yang kuratap
menyadari bahwa kamulah yang terhebat.

Rabu keempat.
kuharap kita semakin bertahan
meski kadang aku sama sekali tidak pantas untuk kamu pertahankan.

Rabu keempat.
tetaplah setiap bulan memiliki rabu keempatnya.
tetaplah kita berlari bersama
tetaplah disini
tetaplah bersamaku
meski kadang aku membingungkan
meski kadang aku meresahkan

selamat Rabu keempat, sayang.
saya beri kalian satu rahasia, ya.
Rahasia terdalam yang saya punya.
Rahasianya adalah:
saya tak pernah mau menjalin hubungan dengan sahabat sendiri.

Sebagai seorang perempuan dengan sikap kelaki-lakian, sangat wajar jika saya punya temen lelaki yang lebih banyak daripada perempuan. Banyak. Malah kadang lupa dia siapa, kenal dimana, kenal kapan. Yagitu, saya orangnya gitu, mudah lupa. Gak gagasan,

Gak bisa dipungkiri ya, kalo temenan antara dua manusia beda jenis itu pasti beda. Pasti ada yang beda. Berulangkali saya mengalaminya, dengan berbagai tipe manusia. Berulangkali pula saya mampu menghindarinya, mampu menjaga pertemanan itu tetap dibawah kontrol, tetap jadi yang saya mau: hanya teman, tidak lebih. Kalau tidak mau, yaudah, cari yang lain. Gakpapa kalo gakmau temenan sama saya lagi.
Selalu berjalan seperti itu
Lalu mereka pergi dengan sendirinya
Meski ada yang bertahan dengan posisi sebagai teman.
Saya merasa tenang. Terkendali dalam genggaman.
Tidak perlu takut sakit hati, merindu, kehilangan, cemburu, apalah itu.

Tapi kali ini saya jatuh. Saya gagal mempertahankan diri saya sendiri.
Saya kehilangan keseimbangan.
Saya jatuh, tenggelam
dalam angan tentang seorang lelaki yang sudah saya anggap sahabat. Sahabat dekat.

Seperti yang sudah saya bilang tadi, saya itu gak gagasan.
Saya gak sadar kalo saya telah jatuh cinta dengan lelaki itu
Sampai akhirnya saya ada di titik terendah. Break point. Lelah luar biasa.

Resah menanti kabar darinya
sementara otak saya terus berkata, "Kamu itu siapanya dia?"
Menatap bangku kosong di sebelah
berandai-andai bagaimana jika dia hadir, di tempat itu, menemani saya melewati jam kuliah yang terasa panjang, terasa lama
Memandang motor saya yang terparkir berantakan di parkiran, dimana butuh perjuangan dan waktu panjang untuk dapat mengeluarkannya
berharap dia ada, tersenyum sabar membantu saya. Sementara saya ngomel-ngomel gak karuan mengutuki parkiran yang ruwet tiada terkira

dan saya mulai merindukannya.
Sesuatu yang biasanya saya buang jauh-jauh terhadap teman lelaki lain.
Tapi kali ini, saya menderita.
Saya tenggelam.
Bukannya berusaha untuk bangkit, mengeringkan diri, bergegas pulang meninggalkan tempat itu,
Saya malah memilih menyelam. Jatuh semakin dalam.

Christian Yoga,
kamulah orangnya.
Kamu yang buat aku tenggelam coy, ci, mas, agen mlm, plagiator, womb. Apalah nama panggilanmu itu :'D
Tapi aku tidak menyesal telah tenggelam
Aku bahkan bertekad untuk tenggelam lebih dalam,
bersamamu.

Eh.
Jangankan tenggelam
Kamu bawa aku terbang ke Mars pun aku bakalan mau.
Asal bersamamu, Yoga. Sudah cukup untukku.
ingin kulihat dari matamu
bilakah kaupun merindukanku
terasa indah di hatiku
saat dirimu hadir untukku

ingin kudengar dari hatimu
sudikah kau tuk temani aku
begitu indah kurasakan
ada hadirmu, memang untukku
dan kini,

takkan ada (yang kan mengisi hatiku)
dirimulah (satu kan mengisi hatiku)
percayalah (ku katakan pada dirimu)
sayangku hanyalah untukmu
selamanya
slama-lamanya
hari ini esok dan nanti
kau tetap terindah di hatiku
bila kau izinkanku
tuk slalu bersamamu

inginku bisikkan desah hatiku
dapatkah kau dengar detak jantungku
kau bukakan mata hatiku
kau yakinkan diriku
akankah cinta ini yang kan satukanku denganmu