saya beri kalian satu rahasia, ya.
Rahasia terdalam yang saya punya.
Rahasianya adalah:
saya tak pernah mau menjalin hubungan dengan sahabat sendiri.
Sebagai seorang perempuan dengan sikap kelaki-lakian, sangat wajar jika saya punya temen lelaki yang lebih banyak daripada perempuan. Banyak. Malah kadang lupa dia siapa, kenal dimana, kenal kapan. Yagitu, saya orangnya gitu, mudah lupa. Gak gagasan,
Gak bisa dipungkiri ya, kalo temenan antara dua manusia beda jenis itu pasti beda. Pasti ada yang beda. Berulangkali saya mengalaminya, dengan berbagai tipe manusia. Berulangkali pula saya mampu menghindarinya, mampu menjaga pertemanan itu tetap dibawah kontrol, tetap jadi yang saya mau: hanya teman, tidak lebih. Kalau tidak mau, yaudah, cari yang lain. Gakpapa kalo gakmau temenan sama saya lagi.
Selalu berjalan seperti itu
Lalu mereka pergi dengan sendirinya
Meski ada yang bertahan dengan posisi sebagai teman.
Saya merasa tenang. Terkendali dalam genggaman.
Tidak perlu takut sakit hati, merindu, kehilangan, cemburu, apalah itu.
Tapi kali ini saya jatuh. Saya gagal mempertahankan diri saya sendiri.
Saya kehilangan keseimbangan.
Saya jatuh, tenggelam
dalam angan tentang seorang lelaki yang sudah saya anggap sahabat. Sahabat dekat.
Seperti yang sudah saya bilang tadi, saya itu gak gagasan.
Saya gak sadar kalo saya telah jatuh cinta dengan lelaki itu
Sampai akhirnya saya ada di titik terendah. Break point. Lelah luar biasa.
Resah menanti kabar darinya
sementara otak saya terus berkata, "Kamu itu siapanya dia?"
Menatap bangku kosong di sebelah
berandai-andai bagaimana jika dia hadir, di tempat itu, menemani saya melewati jam kuliah yang terasa panjang, terasa lama
Memandang motor saya yang terparkir berantakan di parkiran, dimana butuh perjuangan dan waktu panjang untuk dapat mengeluarkannya
berharap dia ada, tersenyum sabar membantu saya. Sementara saya ngomel-ngomel gak karuan mengutuki parkiran yang ruwet tiada terkira
dan saya mulai merindukannya.
Sesuatu yang biasanya saya buang jauh-jauh terhadap teman lelaki lain.
Tapi kali ini, saya menderita.
Saya tenggelam.
Bukannya berusaha untuk bangkit, mengeringkan diri, bergegas pulang meninggalkan tempat itu,
Saya malah memilih menyelam. Jatuh semakin dalam.
Christian Yoga,
kamulah orangnya.
Kamu yang buat aku tenggelam coy, ci, mas, agen mlm, plagiator, womb. Apalah nama panggilanmu itu :'D
Tapi aku tidak menyesal telah tenggelam
Aku bahkan bertekad untuk tenggelam lebih dalam,
bersamamu.
Eh.
Jangankan tenggelam
Kamu bawa aku terbang ke Mars pun aku bakalan mau.
Asal bersamamu, Yoga. Sudah cukup untukku.
Terlanjur Basah, Nyebur Aja Sekalian.
About author: Kerenhapukh Avie Eldeka
your 11:11 wish, a so(i)ldier.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: