Melayani Lebih Sungguh

Melayani, melayani, lebih sungguh
Melayani, melayani, lebih sungguh
Tuhan lebih dulu melayani kepadaku
Melayani, melayani, lebih sungguh

Lagu yang baru saja dinyanyikan saat persekutuan PMK tadi malam terus teriang di kepala saya, bahkan ketika saya sampai di spbu untuk mengisi bensin.
Saya : (majuin motor sampai pas di depan petugas)
Petugas : "Selamat malam" (tersenyum lebar, sangat lebar)
Saya : (tersenyum sopan) "Malam Mas. 15 ribu ya." (mengaduk-aduk isi tas mencari dompet, setelah dompetnya ketemu, si mas petugas masih tersenyum lebar memandang saya)
Petugas : "Iya 15 ribu, dimulai dari nol ya"
Saya : "Iya mas" (sibuk aduk-aduk isi tas lagi, sekarang nyari hape, barangkali ada pesan dari orang rumah yang resah anak bungsunya belum pulang) (menyadari keheningan yang tercipta) (memandang mas petugas)
Petugas : (masih tersenyum lebar, tangannya menujuk angka nol liter di alat pengisi bensin)
Saya : (bengong, mengangguk-angguk)
Petugas : (langsung mengisi bensin)
Saya : (memberikan uang pada mas petugas, lalu memasukan hape kembali ke tas)
Petugas : (menunggu saya selesai memasukkan hape, membantu menutup tangki bensin, menyerahkan kembalian sambil tersenyum lebar)
Saya : (tidak mampu menahan tawa) "Makasih mas"
Petugas : "Iya mbak, sama-sama" (masih tersenyum lebar)

Dalam sehari, seberapa sering kita ke spbu buat isi bensin?
Well, sebagai anak lajo, paling gak saya isi bensin 2 hari sekali.
Entah itu beli di bengkel dekat rumah dimana Bapaknya yang jual sangat amat ramah (dan selalu mengajukan pertanyaan yang sama, 'Berangkat sekolah dek? Oh udah kuliah.. Kuliah di mana?')
Entah di pom bensin yang mbak-mbaknya judes minta ampun (saya gak sengaja denger dia komplain ke temennya tentang pembeli bensin sebelum saya yang belagu karena merelakan kembalian yang "cuma" 2 ribu rupiah. Lah)
Entah di pom bensin yang mbak-mbaknya selalu membicarakan cuaca kayak orang bule ('Panas banget ya mbak' atau 'kemarin di sini hujan deres banget mbak, badai')
Sampai di spbu tadi - saya jarang banget ke spbu itu - dan mas-masnya ramah banget. Petugas SPBU paling murah senyum yang pernah saya temui mwehehe

Petugas SPBU itu melayani lho,
Tapi seringkali kita mengacuhkannya karena kita cuma berinteraksi semenit dua menit sama mereka.
Pertemuan saya dengan mas-mas SPBU murah senyum tadi seakan memberi contoh nyata, contoh hidup tentang firman yang saya dapet pas persekutuan PMK tadi, yakni untuk melayani lebih sungguh. Melayani dengan cara apapun, dimanapun Tuhan tempatkan kita.

Saya : (pulang ke rumah, dengan Lagu Melayani Lebih Sungguh yang makin terdengar kencang di kepala saya)

source: citography.wordpress.com

0 komentar: