Pelangiku

Saat sedang mengajar les, tanpa sadar saya bersenandung sebuah lagu. Adik saya diam lalu ikut menyenandungkan lagu yang sama. Saya tertegun.
'Lho, dek. Kamu tahu lagu ini juga?'
'Tau dong kak.'
'Kok bisa? Iya sih ini emang lagu anak-anak, tapi lagunya udah lama banget ini.'
'Iya kak, aku pernah denger di tv.'

Dan kini duduklah saya di depan komputer, mendengarkan kembali lagu itu. Lagu yang dulu saya putar diam-diam di kamar kakak saya saat dia sedang sekolah. Saya masih ingat betapa deg-degannya jantung ini saat berhasil memutar kasetnya Sherina di radio milik kakak saya. Saya masih ingat betapa senangnya saya karena hujan turun saat saya mendengarkan lagu itu, membuat lagu itu semakin hidup. Saya ingat menari, menyanyi sendirian di kamar kakak saya, membayangkan saya adalah Sherina. Remember moments ;) sekarang, mana pernah saya melakukan hal yang sama seperti dulu? Paling sekarang kalo hujan malah ngedengerin lagunya Adhitia Sofyan atau Kings Of Convenience biar makin cepet molor. 

Saya rindu masa kecil yang terasa sangat sederhana,
dimana hidup hanya diisi dengan tidur, bangun, mandi, diolesin caladyn dan minyak kayu putih oleh ibuk (olesan minyak kayu putihnya harus berbentuk salib. Kata ibuk hal itu dilakukan untuk mengusir roh jahat. Okedeh), sekolah, makan bekal mie goreng gaga super ualot karena dimasak dari pagi dan baru dimakan siangnya dan pop ice yang lagi ngehitz saat itu, ndhekem di rumah mantengin kartun di LaTivi, dan belajar, Belajar 5 menit di depan tv dan dengan gampangnya ketiduran. Trus digendong bapak, dipindahin ke atas kasur. 
Sekarang? Mau belajar kek, mau sarapan apa enggak kek, terserah. Dulu saya pengen cepet-cepet gede. Kini, saya rindu kembali ke masa lalu.
Manusia memang rumit.

titik-titik hujan
masih membasahi
kala kau menyapa, pelangiku
ingin ku berlari
jumpa bidadari
bawalah aku pergi bersamamu

bisikkan kisah yang lucu
nyanyikanlah lagu merdumu
merah kuning jingga dan biru
sentuhkan warnamu dalam gaunmu

ingin ku menari
hingga kau sembunyi
rindu pelangiku datang lagi

source: rainbowhousecolombia.org

0 komentar: