![]() |
| source: www.designbolts.com |
saya baru aja nonton film Maleficent.
okay okay I know saya emang kudet tingkat galaksi, I know.
dan, saya jadi kagum setengah mampus ama Maleficent.
sebesar kekaguman saya terhadap bapak dosen manajemen agribisnis saya yang gantengnya bukan main! hehe
Film Maleficent ini sebenenernya adalah cerita Sleeping Beauty yang diceritakan lewat perspektif berbeda. Kita diajak untuk tahu tentang alasan mengapa kutukan tidur terhadap si putri harus terjadi, sama kayak kutukan jerawat segede gaban yang nongol cantik di dahi saya sejak 3 hari belakangan ini. huv.
Selesai nonton itu film, saya masih termenung di depan layar. Serasa mendapat wangsit, mendapat alasan yang tepat saat ada orang bertanya, 'kenapa sih, kamu suka warna abu-abu? Itu kan warna plin-plan.'
Yes, I do love grey. Abu-abu itu keren, menurut saya. Meski banyak yang bilang (bahkan dari seorang ibu dosen) kalo abu-abu itu gak baik. Hitam enggak, putih juga enggak. Plin-plan lah pokoknya. Tapi saya suka abu-abu. Menyukainya tanpa alasan (asekk banget kalimat saya yang satu ini), sampai akhirnya saya punya alasan untuk menyukai abu-abu dari film Maleficent. Mau tahu asalan saya? Oh gak mau tahu? Yaudah, nih saya kasih tahu ya.
1. Gak ada yang benar-benar pasti dalam hidup ini
Kalo gak salah (saya emang sering sok tahu, apalagi dalam hal menyambung tanaman) ada quote dari Einstein yang berbunyi, 'Gak ada yang pasti kecuali ketidakpastian', kan? Nah, itu bener banget. Si Marshanda gak pasti bipolar, Si Ben gak pasti ikut aliran yang aneh. Gak ada yang pasti di dunia ini, apalagi, dunia makin tua. Makin kecampur, makin sulit dipisahin mana yang baik dan mana yang jahat. Sekali lagi, gak ada yang pasti di dunia ini, abu-abu juga bukan warna yang pasti. Gak pasti juga apakah kakak tingkat yang saya taksir udah punya pacar apa belum. huv.
2. Maleficent peleburan dari hitam dan putih
Pada awalnya memang Maleficent itu baik. King Stefan juga baik. Katakanlah mereka masih ada di zona "putih". Namun, waktu berlalu, banyak godaan datang, sifat manusiawi King Stefan keluar, melukai hati Maleficent, trus Maleficent bales dendam ke King Stefan lewat putri King Stefan. Pada akhirnya, Maleficent digambarkan sebagai musuh dan juga pahlawan. Yang dulunya mengancam jiwa kini membuat kedamaian. Maleficent digambarin sebagai orang yang baik, plus orang yang jahat. Hitam dan putih melebur, kan? Apa jadinya kalo hitam dan putih melebur? Absolutely grey ;)
3. Gak ada asap tanpa ada api
Maleficent menjadi jahat bukan karena sebab. King Stefan menjadi tamak juga bukan karena bawaan sifat aslinya. Di film itu, saya juga diajarin untuk tidak menjudge orang semau gue. Jujur saya kerap menjudge orang lain, meski di dalam hati. Tapi, bukanlah hanya Tuhan yang punya hak untuk menghakimi manusia?
4. Manusia itu makhluk abu-abu.
Ini teori yang berkelebat di otak saya saat saya sibuk melamun sambil isah-isah a.k.a cuci piring. Tuhan saya gambarkan sebagai "putih", dimana semua yang bersih, suci, dan baik berada. Iblis saya gambarkan sebagai "hitam", tempatnya kegelapan dan semua yang seram-seram. Manusia itu abu-abu. Manusia punya dosa, bahkan sepintar, sehebat apapun mereka untuk hidup kudus, manusia tetap punya dosa warisan dari Adam dan Hawa. Udah jadi "putih" habis ibadah ke gereja, eh besoknya titip absen ke temen, apa yang dulunya putih kecampur lagi sama hitam gara-gara urusan titip absen. Hitam kalo kecampur putih apa jadinya? abu-abu ;)
Kita, human being, emang makhluk abu-abu. Justru di kehidupan inilah kita dihadapkan kepada 2 pilihan, mau abu-abu terang yang banyakkan putihnya atau abu-abu gelap yang banyakkan hitamnya. Seberapa terang tingkat "keabu-abuan" kita memang tidak bisa menyelamatkan kita dari kuasa maut, tapi hal itu bisa kita berikan sebagai ucap syukur atas keselamatan yang kita peroleh dari Tuhan.
sepertinya pikiran saya terlalu jauh mbleber kemana-mana. Udah ah, saya mau ngerjain draf se(m)tan dulu. Sebagai penutup, akan saya berikan satu potong percakapan favorit-selalu dilakukan-sudah hapal diluar kepala- saya sama Ariv, sahabat saya.
Saya : Superman ! Apa kabar?
Ariv : Kek biasanya vik. Grey ;)

0 komentar: