Mengikuti Apa Kata Orang

Kartasura sedang hujan rintik-rintik. Hari sudah menjelang malam dan jalanan mulai lenggang. Di tengah hawa dingin itu terdapat kehangatan yang tercipta dari Kebaktian Minggu Sore.

Mas Teguh adalah pembawa firman hari ini. Tadi dia sudah whatsapp minta ijin agar kebaktian selesai lebih cepat karena istrinya masuk shift malam dan Asha (anak Mas Teguh) tidak ada yang menjaga di rumah. Materi firman juga sudah dikirim, dan saya diberi mandat untuk mengirimnya di grup bbm milik komparem. Sesudah doa menjalang firman, tiba-tiba Mas Teguh menunjuk saya:
'Avie, menurut Avie, Avie punya kelebihan apa?'
Saya cengar cengir mesum sementara di dalam kepala sibuk mencari-cari jawaban yang kelihatan intelek. Sempat menyesal kenapa tidak membaca materi firman yang sudah Mas Teguh kirimkan, kan nanti kalo jawaban saya pas sama maksudnya Mas Teguh saya jadi kelihatan pinter..
Saat saya sedang diam senyam-senyum cari jawaban, berbagai teriakan retoris membahana di dalam gereja
'Putihh putihh' kata Ellen. Aww makasihh Ellen
'Imut imutt' kata Mba Anis. Aww makasihh mba Anis
'Kecantikan kecantikan.' Bah. Kecantikan? Ratu Kecantikan maksudnya?
'Keimutan keimutan' duhh mass ini kan Mas Teguh tanya sifat bukan kata benda, huf
'Kuruss kurus' wah cari gara-gara nih.
'Langsing langsing' wah sialan.
'Seksihh seksih' kampreeeeeet.

Saya hanya ketawa ketawa denger temen-temen yang mencoba membantu menjawab.
Suasana hening, menunggu jawaban saya yang mereka kira bakalan cetar membahana. 
Saya berdehem pelan, mengangkat tangan ke mata saya
'Saya sipit mas'
'Haa.. Haa.' Ada salah satu teman, kayakna Petrus, yang tertawa garing
Sipit, boleh kan?

Post ini bukan tentang 1001 kelebihan Avie Eldeka kok.
Tapi melihat temen-temen yang begitu antusias menilai saya (bahkan mereka ga ada disuruh sama mas Teguh) bikin saya berpikir kalo pendapat orang itu bisa macem-macem tentang saya.
Itu baru kelebihan lho, belum kekurangan.
Mas Teguh bilang, supaya kita jangan terpengaruh sama pendapat orang lain.
Maksudnya, merubah diri agar menjadi sama seperti yang orang lain inginkan ga bakalan selese-selese, dan bahkan dapat membuat kita ga nyaman sama diri sendiri.
Balik lagi ke Firman, Mas Teguh mengajak kita buat ikut pendapatNya Tuhan, jadi seperti apa yang Ia kehendaki. Toh kita diciptakan ke dunia ini memang dengan tujuan khusus dari Tuhan, kan?

Nb: saya sih punya pandangan sendiri kalo sekali-kali pendapat orang lain harus diperhatikan. Udah sekitar 5 orang yang bilang saya makin ndut gegara liburan. Saya juga ngerasa tambah ndut sih, oke, saatnya diet (kalo bisa) (kalo mau) (kalo ada tekat) (kalo konsisten)

source: toonpool.com

0 komentar: