Mengikutimu.

source: www.southavencriminaldefense.com


'Lihatin gih.. Namanya siapa?'
Dengan muka tertekuk Athan menuruti perintah Dahayu. Dia berjalan pelan menghampiri sesosok lelaki yang sedang asyik memandangi danau kecil di depannya. Athan berlagak membetulkan tali sepatu yang sebenarnya baik-baik saja. Ups. Lelaki itu memandang Athan lekat-lekat, wajahnya seakan menuduh. Athan mengangguk sopan pada lelaki itu dan bergegas menghampiri Dahayu yang pura-pura membaca buku.
'Athan keren.. You are the best lah pokoknya!' Sambut Dahayu kepada Athan yang langsung duduk di samping Dahayu.
'Giliran butuh aja, dipuji-puji.' Athan terlihat masih kesal karena hampir ketahuan.
'Gak kok.. Kamu beneran baik, sungguh. Namanya siapa Than?' Dahayu melirik lelaki itu. Lelaki yang kini sudah sibuk dengan gitarnya. Selalu seperti itu setiap sore saat weekend. Dahayu masih ingat kali pertama mereka bertemu. Dahayu, yang patah hati diselingkuhi Leon, sibuk bergalau ria di taman dekat rumahnya. Duduk di bangku panjang, sendirian, Dahayu mengenang bagaimana indahnya masa dengan Leon dan sakitnya hati akibat Leon secara bersamaan. Setengah melamun, Dahayu melihat seorang lelaki melintas di depannya. Lelaki itu berhenti sejenak di depan Dahayu, hendak mengatakan sesuatu, tapi dia mengurungkan niatnya itu. Lelaki itu pergi dari hadapan Dahayu, duduk di batang pohon di tepi danau, memainkan gitar yang dibawanya. Itulah kali pertama Dahayu bertemu dengan lelaki itu. Lelaki tanpa nama, karena mereka tidak pernah berkenalan.
Esok harinya, Dahayu kembali ke tempat itu. Berharap-harap cemas, penasaran akan bertemu dengan lelaki itu atau tidak. Lelaki itu tidak datang, Dahayu kecewa dibuatnya. Hari demi hari Dahayu selalu pergi ke tempat itu saat sore hari, namun lelaki itu tak kunjung juga datang. Barulah, seminggu tepat setelah pertemuan pertama mereka, lelaki itu datang lagi. Rupanya lelaki itu hanya datang setiap hari Sabtu dan Minggu. Dahayu menemukan harapan kembali. Dahayu selalu pergi ke tempat itu setiap sabtu dan minggu sore, memandangi lelaki itu dari jauh. Dahayu tahu bahwa di sarung gitar milik lelaki itu tertulis sebuah nama, yang sudah dapat ditebak jelas bahwa itulah nama lelaki yang sedang dikaguminya ini.
'Hei. Ngelamun aja. Mau tau namanya nggak?' Kata Athan gemas.
'Eh.' Dahayu terbangun dari lamunannya. 'Siapa Than? Maaf maaf..'
'Denis Jaya. Kayaknya sih anak pts sebelah kita.'
'Oh yang sekolah khusus cowok itu ya?'
'Iya, tadi ada logo kampus itu di sarung gitarnya.'
'Jadi namanya Denis Jaya anak kampus sebelah. Trims ya Than. Makasih banget!' Dahayu reflek merangkul Athan.
'Iya, udah cukup kan? Apa lagi yang bisa aku bantu?' Tanya Athan sambil melepas rangkulan Dahayu.
'Gak ada, udah lebih dari cukup kok. Ntar kalo kamu butuh bantuan, bilang aku aja oke?' 
'Iya gampang lah. Yuk pulang. Ngapain di sini terus.' Kata Athan sambil berdiri dan berjalan pulang menuju rumahnya, meninggalkan Dahayu yang masih asyik memandang Denis dari jauh.

Malam ini Dahayu memiliki misi maha penting: mencari informasi tentang Denis Jaya. Dari mana lagi kalau bukan dari facebook? Dahayu mengetik nama itu dengan hati-hati: DENIS JAYA. Dahayu memandang lekat-lekat monitor komputernya, menyeleksi satu persatu akun Denis Jaya yang muncul. Matanya terpaku pada satu akun yang tampak sesuai dengan Denis Jaya yang dicarinya. Lho.. kok sama anak kecil? Pikir Dahayu. Tapi Dahayu tak ambil pusing. Dibukanya akun itu. Hanya ada sedikit informasi dan foto yang Dahayu dapatkan. Artinya, Dahayu harus menjadi teman Denis di facebook. Dahayu segera mengirimkan permintaan pertemanan, sembari bersyukur karena ada beberapa teman yang sama sehingga peluang permintaan pertemanannya diterima semakin besar.

3 hari kemudian, barulah permintaan pertemanan Dahayu diterima. Dahayu girang bukan kepalang. Harapannya untuk berkenalan lebih jauh dengan Denis semakin besar. Dengan hati berdebar Dahayu membuka akun Denis. 
Denis Jaya..
Oh, lahir di kota ini juga. Rumahnya juga ga terlalu jauh dari sini.
Wah, tua dia setahun. Masih aman lah..
Seiman! asik!
Band kesukaannya.. Okelah, masih ada yang sama..
Page kesukaannya.. Fyuh, gak ada bokep. Syukurlah. 
Wah! Dia suka main The Sims juga? Bisa nihh diajakin main bareng
Notesnya gak ada sama sekali, berarti bukan anak alai
Jarang bikin status ya ini cowok? Tiap bikin status juga sepi. Kasian. Haha
hei tunggu. Relationshipnya apa dulu nih?
Denis tidak mencantumkan status hubungannya. Dahayu sedikit kecewa. Sama aja bohong kalo dia oke tapi udah ada yang punya.. Dahayu hendak menutup akun Denis ketika matanya tertumbuk pada satu foto. Foto Denis dengan seorang wanita dan bayi. Penasaran, Dahayu membuka foto itu.

Banyak dapet like dan komentar.. Buka komennya ah
Ciee Denis. Selamat jadi ayah ya!
Anak ke berapa nih? haha
Anakmu cantik kayak mamanya.. wkwk

deg!
Dahayu bengong.
sudah beristri. 
DENIS SUDAH MENIKAH? 
parahnya lagi,
UDAH PUNYA ANAK???
kok masih kuliah?

Dahayu merenungi nasib. Tangannya meraih handphone, memanggil nomor yang dia hapal di luar kepala
'Halo? Ada Apa?'
'Than..'
'Hayu. Kenapa?'
'...'
'Kenapa Hei?'
'...'
'Aku ke rumahmu sekarang.'

tak sampai 10 menit bel rumah Dahayu berbunyi. Dahayu membuka pintu rumahnya dengan lesu. Dahayu semakin merasa bersalah karena Athan basah kuyup.
'Kamu hujan-hujan?'
'Iya, cuma basah dikit kok.' Jawab Athan sambil melepas jaketnya.
'Kenapa gak nunggu sampe terang dulu?'
'Kelamaan. Kamu ini kenapa? Telepon kok ga jelas.'
'Udah punya anak Than.'
'Ha? Siapa?'
'Yang kemaren aku minta tolong ke kamu buat nyari tahu namanya.'
'Denis?'
'Iya'
'Udah punya anak?'
'Iya'
'Tau darimana?'
'Facebooknya dia.'
'Hahahahaha.' Sikap dingin Athan melunak. Athan memeluk Dahayu erat namun tawanya tak berhenti.
'Kok malah ketawa..' Gumam Dahayu sambil membenamkan wajahnya ke pelukan Athan.
'Makanya, jangan stalking mulu.'
'Kan cari tau.'
'Iya sih, daripada ntar dikibulin lagi kayak dikibulin Leon. Hahahaha'
'Athan..'
'Iya iya, maaf.'
'Udah ah. Gak mau nyari-nyari lagi.'
'Lho, kok gitu? Kan ga semua cowok udah punya anak Hay.'
'Ngapain nyari, kalo yang aku cari selama ini udah ada di depan mata.'
Athan mengendurkan pelukannya. Mengamati wajah Dahayu dengan serius. Mengira Dahayu sedang kerasukan.
'Athan kok diem? Udahlah, ngapain saling membohongi satu sama lain. Dari awal aku dikibulin Leon kamu selalu ada. Kamu ikut ngebantuin nyari info tentang Denis. Aku ditinggal punya anak sama Denis kamu langsung dateng. Tunggu. Apa cuma aku aja yang merasa kalo sebenarnya kita sudah terlalu jauh?' Tanya Dahayu sambil menunduk malu.
Athan tersenyum, mempererat pelukannya kembali.
'Gak kok, nona stalking. Bukan cuma kamu aja. Aku juga. Tau darimana kalo aku suka kamu?'
'Stalking chat historymu sama Laras.'
'Gila. Laras tau ga?'
'Engga. hahaha.
'Dasar tukang stalking!'
'Hahaha..' Dahayu bahagia. Athan bahagia. Denis? tentu saja bahagia dengan keluarga kecilnya.

The Stalker-Adhitia Sofyan
Every time you run away
I’ll always gonna find you
You’re always be found
Every place you hide away
I’ll always gonna guest it
‘Cause you’re predictable

So Let it be, I stay your back and breathe
Can’t / now you see, there’s no way in hell
You can escape me

Every time you see the rain
I’m every drop that you feel
And anywhere the sun would shine
I’m every ray that you feel

Anywhere you’d be right now
I’ll always gonna find you
The city is mine
Every scent you left behind
I’ll always gonna feel them
Cause I know ‘em by heart

0 komentar: