Kukuh Kristiyadi.
Jujur, dari awal pertama kali
saya masuk SMP, satu-satunya cowok yang menurut saya ganteng di kelas itu ya Kukuh. Tinggi menjulang, rambutnya kriting dipotong cepak, bulu mata yang lentik dan panjang, murah senyum, dan cool.
Beda banget sama cowok-cowok lain yang tingginya masih sama kayak saya, terlalu
murah senyum, dan sok cool. Bedalah pokoknya. Kukuh seakan dilahirkan untuk
jadi cowok cool makzimal.
Betapa beruntung dan bahagianya
saya waktu itu karena Kukuh berteman dekat dengan Andika alias si Upil.
Berhubung saya juga deket banget sama Upil, jadilah saya punya banyak
kesempatan untuk berinteraksi langsung sama Kukuh. Asyik!
Lama mengenal, lama berteman, dan
lama bersahabat, kadar cool Kukuh hilang dengan sendirinya. Bahkan, sampai
sekarang saya masih memanggilnya Eyang Uti karena sikapnya yang lemah lembut
bahkan sama cewek berisik gak sabaran kek saya.
Tapi, Kukuh itu baik kok. Baikk
banget.
Disaat cowok lain sibuk pamer skill
nggitar mereka (iyee gue tau elu elu pada jago.), Kukuh dengan sabar dan penuh
senyum serta penuh kasih mengajari saya pelan-pelan mainin satu lagu buat ujian
Seni Musik (sayapun masih inget lagunya: Seharusnya Kita - Naff). Tidak menertawakan gitaran saya, tapi selalu memberi pujian yang
rasa-rasanya sama sekali tidak pantas diberikan hahaha.
Disaat anak-anak lain menjauhi dan
seakan tidak mengenali saya saat jam olahraga (yes, tiap jam olahraga saya
selalu merasa sekarat), Kukuh dengan yakinnya percaya bahwa saya bisa main
badminton. Padahal sudah berkali-kali saya jelaskan bahwa Cuma service aja
peluang keberhasilannya 0,000001%. Dengan yakinnya ia jadikan saya
pasangannya untuk melawan Putri dan Andika yang dikenal beringas dalam
badminton wkwk.
Putri : (service kok)
Andika : (pasang tampang serem buat nakut-nakutin saya.
Badannya diitemin biar makin mirip arang. Eh emang dari lahir udah kek gitu
ding)
Kukuh : (focus 100% terhadap service Putri)
Saya : (cengoh, gemeteran megang raket. Grogi diliatin
temen-temen lain yang bukannya pada badminton juga malah pada nonton artis
drama korea dipaksa main badminton)
Kok menuju tim kece (Avie-Kukuh)
Saya : (sigap berlari, menuju ke beberapa meter di
belakang Kukuh. Membiarkan Kukuh berjuang sendirian menjalani ujian hidupnya.
Maafin aku Kuh, aku emang gak pernah bisa bahagiain kamu, hikz)
Kukuh : (syok melihat pengkhianatan terbesar abad ini yang
dilakukan oleh partnernya sendiri)
Saya : (berubah fungsi menjadi supporter sekaligus
pelatih) “Ayo Kuh! Jangan liat aku! Tuh mau nyampe ke kita koknya! Fokus Kuh!”
Kukuh : (menghela napas putus asa, bermain badminton sendirian
menghadapi si duo pedang – Putri dan Andika)
Beberapa menit kemudian..
Saya : (sudah lupa sama ketegangan duel badminton maut.
Sibuk menyemangati Kukuh saat kami menang dan mencaci makinya habis-habisan jika tim kami
kalah. Pura-pura gak denger hujatan temen-temen lain yang ngatain saya
parasite, pengkhianat. Well. You know my name but not my story, audience.)
Kok mengarah ke kami
Kukuh : (berlari gesit ke belakang saya sambal cengar-cengir
rese. Ooooh rupanya dia balas dendam.)
Saya : (sibuk mencaci maki Kukuh, berteriak-teriak panic
sendirian sementara Kukuh, Putri, dan Andika tertawa-tawa jahat menikmati
penghakiman yang saya lalui)
*pok
Wow, saya bisa membalas servie..
*pok
Wow, saya bisa membalasnya lagi!
‘Duzzz!
Wow! Barusan saya smash itu, saya
SMASH!!!!
Jam olahraga usai. Andika dan Putri
saling mengacung-acungkan pisau, hendak saling membunuh karena tim mereka
kalah. Saya balik badan dan tersenyum pada Kukuh. Saya berkaca-kaca. Kami
berurai air mata. Lalu kami segera mendaftarkan diri ke All England untuk
pasangan ganda campuran.
Gak, gak segitunya kok. Saya
hiperbola-in aja hehe.
Realita:
Jam olahraga usai. Gak tau siapa
yang menang atau kalah, tapi yang jelas saya berhasil smash mereka tepat saat
jam olahraga berakhir. Dengan wajah memerah karena merasakan adrenaline dan
senyum selebar-lebarnya karena saya terlalu bahagia bisa melakukan smash, kami
berempat menuju kantin. Lalu dengan polosnya Kukuh meminjam seribu rupiah buat
beli ale-ale karena uangnya ketinggalan di kelas. Yaelah Kuh, jangankan seribu.
Sejuta aja boleh kok buat kamu, pelatih olahraga yang hebat wkwk.
Gak tau ya kenapa, tapi dari
bertahun-tahun persahabatan saya sama Kukuh, Andika, dan Putri, duel badminton
maut ini menjadi momen yang paling saya ingat dan paling manis untuk dikenang
:’)
Oke, lanjut ke kebaikan Kukuh yang
lain. Dia rela dan mau nemenin saya dan Putri nonton District 13 di Solo Grand
Mall. Beda banget sama si Upil yang menolak ajakan nonton mentah-mentah karena
memilih untuk bermain game online. Dih.
Karena si Kukuh juga, saya dan
Putri mau ke GrandMall jalan kaki. Biasanya naik bus atmo dan bayar limaratus
rupiah. Gakpapa, itung-itung olahraga. Gak papa, walaupun cuaca waktu itu super
panas dan ramai karena pada mau Jumatan.
Beberapa lama berjalan, Kukuh
membawa kami ke “jalan alternative” karena kasihan liat tampang saya dan Putri
yang kek kuda nil dehidrasi. Yang kemudian terjadi adalah…
Kami tersesat.
Iya, Manahan-Kota Barat aja bisa
ampe tersesat ya ckck
Kami tiba di gang-gang sepi
Saya soudzon sebenernya Kukuh mau
nyulik kami berdua.
Tapi ternyata Kukuh juga panik
Kami tambah panik karena cuaca
makin panas.
Kami terus berjalan, memuji Tuhan
supaya dibukakan jalan
Kami sampai di Masjil Kalitan.
Berarti sebentar lagi kami akan sampai di GrandMall.
PujiTuhan
Yah, gitu lah. Kukuh kan manusia
juga, jadi wajar kalo salah dan sok tahu dalam mencari jalan wkwk.
Dah ah, met ulang tahun yaw Eyang
Uti
Walau kita jarang sekali bertemu,
tapi yakinlah kita satu geng sama Putri sama Andika (sama Adit juga boleh)
sampai celama-lamanya.
BBMlah aku kapanpun sama seperti
aku yang kadang usil BBM kamu Cuma buat ngomentarin status-status BBMmu.
Besok natal Master Ghe kamu jadi
gitaris lagi, ya. From my deepest heart, you're really an awesome worshiper
with your guitar.
Kuliah yang bener di Semarang.
Salam buat pacarmu ya. Kata Andika
dan Adit pacarmu cemburuan WKWK.
Lho. Pacarmu cemburu sama Adith
sama Andika?
Kemahoan kalian belum sembuh toh?
Dih.
Gusti tansah mberkahi, Eyang Uti! J
![]() |
| kiri ke kanan: saya, kukuh, dan putri. Lhoo andika kemana? Dia yang motoin lah. Hina banget mau ikutan foto juga WKWK |

0 komentar: