Berharap Layang-Layang Itu Tetap Ada

Dulu, kita terdiam
Tak tahu apa yang hendak dilakukan
Yang hendak dicari
Hanya saling memandangi
Tanpa sadar kita saling mengagumi

Lalu, layang-layang itu ada
Sendiran, melayang-layang di udara
Aku mengejarnya
Kaupun melakukan hal yang sama
Kita tersenyum, sadar inilah awalnya

Layang-layang terus bergerak
Aku dan kamu masih mengejarnya
Dengan tawa, dengan canda
Dengan rayu yang kadang diawali dengan tangis

Hidupku indah. Terlalu indah
Dengan layang-layang, terlebih denganmu disisiku
Aku melambung, menggembung
Terlalu bahagia.
Tak sadar
Segala sesuatu yang berlebihan tidak akan menjadi baik

Layang-layang terbang makin tinggi
Aku lelah. Tertinggal jauh di belakangmu
Kau memanggilku
Aku bangkit lagi, menerima uluran tanganmu
Bersama berlari kembali

Harga diri layang-layang terlalu tinggi
Kini ia terbang teramat tinggi
Sekarang kamu yang lelah
Tertinggal jauh di belakangku
Aku menghampirimu, mengulurkan tanganku
Kau menerimanya. Kita berlari kembali

Namun, 
Sebersit tanya hadir dalam hatiku
Apakah selamanya akan terus seperti ini?
Bagaimana jika kita berdua sama-sama lelah?

Layang-layang berpuas diri
Ia mustahil dikejar sekarang.
Kamu pandang aku. 
Aku mengerti.
Tidak ada lagi layang-layang
Tidak lagi mengerjarnya bersama
Kita lelah
Pegangan tangan kita terlepas
Aku terhempas, jatuh, sakit.
Kita kandas.

Kemanakah layang-layang itu kini?
Layang-layang yang menyatukan kita
Adakah lelah di hati kita lenyap?
Supaya aku dan kamu bangkit
Bersiap mengejar layang-layang itu lagi

Berharap layang-layang itu tetap ada
Melayang rendah di udara
Dan akan ditangkap oleh kita

Takkan pernah kulepaskan
Layang-layang itu
Takkan pernah kulepaskan
Pandanganku darimu
Hatiku di dirimu
Harapanku padamu

0 komentar: