Curhat dong Kak Curhaaat!!

Begini awalnya.
Selasa, 27 Mei 2013 merupakan hari libur. (Harusnya) membahagiakan memang, jika tanpa dikejar-kejar oleh deadline laporan tulis tangan fisiologi tumbuhan tersayang itu. Jadilah dari jam 10 pagi sampai jam setengah 2 pagi ESOKNYA saya full ngebut ngerampungin itu tujuh laporan. Tujuh coyy. Itu aja belum saya kasih grafik-grafiknya. Belum lagi UKD agroeko dan fisiologi tumbuhan yang sudah menanti-nanti. Duhh. Mampus saya. Belum lagi ada presentasi sama Aci. Duhh. Tapi bukan ini yang ingin saya ceritakan.
Ketika saya sedang asyik bermesraan dengan laporan acara 10 yang berjudul "Studi Gejala Defisiensi Unsur Hara", ada sms masuk ke hape saya. Wow. Siapakah gerangan? Ternyata dari nomor tidak dikenal. Namun, saya hapal banget sama nada smsnya. Hapal banget. Itu dari Sandi yang-sebut saja namanya- Goku, adik kelas saya waktu SMA, yang waktu MOS saya jadi kakak pengampunya. 

Meskipun saya dan Goku jarang bertemu, tapi bisa dibilang komunikasi kami lebih intens daripada komunikasi saya dengan adik-adik kelas lainnya. Eits, ini bukan brondong ya. Goku udah saya anggep kayak adek saya sendiri saking banyaknya cerita yang dia bagi sama saya. Nah, kali ini Goku curhat tentang kegagalannya tembus SNMPTN. Duh dek saya juga kok. Dan betapa bimbangnya dia untuk ikut SBMPTN atau menuruti keinginan orangtuanya untuk masuk TNI. Setelah adu argumen, sesi menasihati, sesi kangen-kangenan dan nostalgia zaman SMA dulu, sesi penuntutan atas milkuat beku yang dia janjikan namun tak kunjung dibelikan untuk saya, serta acara saling menyemangati, Goku akhirnya membulatkan tekad untuk mendaftar TNI besok bulan September, meskipun rasa tidak nyaman bergelayut dalam hatinya karena dengan mendaftar TNI berarti dia "nganggur" sampai bulan September besok. Tambahan, dia tampaknya menerima usulan saya untuk mendaftar kursus jahit atau memasak untuk mengisi waktu luang. hehe!
Sesi curhat selesai. Sesi nostalgia selesai. Kata "terimakasih mbak ndut" -huh, belum tau dia kayak apa badan saya sekarang- juga sudah diucapkan. Percakapan SMS kami berakhir setelah itu. Sebenarnya ingin sih tetep lanjut tapi apa daya laporan acara 10 makin melambai-lambai minta diperhatikan. hiks
Urusan dengan Goku kelar. Ups, ternyata tidak sampai disini. Ada seorang adik kelas SMA saya lagi, namanya brian yang -sebut saja namanya- nyonyo mengirim SMS pada saya. Kalo sama si nyonyo ini saya akrabnya lewat PPK, semacam rokris gitu deh.. Nah ternyata si nyonyo ini curhat tentang temennya yang lolos SNMPTN jurusan agribisnis, namun temannya si nyonyo ini bingung dan merasa buta tentang agribisnis. Sebagai kakak kelas yang baik saya pun memberi informasi sejauh yang saya ketahui dong, tapi buat apa ya si nyonyo sampai bela-belain tanya ke kakak kelasnya (baca:saya) padahal yang bingung itu temennya, bukan dia? hmm. Itu diluar kapasitas saya. Ternyata si nyonyo juga tidak lolos SNMPTN. Duh dek saya juga kok. Berbeda dengan Goku, si nyonyo mantap untuk ikut SBMPTN tahun ini. Semangat nyonyo! 
Tidak hanya mereka berdua saja yang kebingungan. Ada adik kelas SMA saya juga yang nge chat lewat fb terus, tanya-tanya tentang "gimana caranya biar lolos agrotek uns" atau "gimana nih mba saya kok gak pernah bisa ngelewatin passing gradenya agrotek" atau "mba dulu kamu ikut bimbel sbm dimana trus agrotek itu pilihan keberapa" dan seperti itulah. Serasa diinterogasi saya XD 
Jujur, sebenernya masih banyak curhatan yang sama terima dari adik-adik kelas SMA saya. Kasusnyapun sama: sedih gagal SNMPTN, bingung milih jurusan buat SBMPTN. Nah, adik-adikku..
Saya dulu gagal. Dan saya meratapi kegagalan itu dengan sangat alay. Saya duduk tegang di depan komputer, deg-degan luar biasa, gemetaran mengetik kode berupa tanggal lahir, dan BUM!! saya gagal. Pupus sudah bayangan untuk menghabiskan liburan dengan leha-leha karena harus belajar buat SBMPTN. Saya nangis loh, beneran. Kecewa banget. Gak nyangka dan berbagai pikiran tentang kemungkinan-kemungkinan yang seharusnya bisa saya ambil morat-marit di benak saya. Dan tidak ada satupun yang saya curhati tentang kegagalan saya saat itu, karena saya terlalu kecewa. Mutung lah istilahe.
Tapi Tuhan tidak pernah tidur. Berbagai pertolongan Dia berikan karena Dia tidak akan membiarkan saya jatuh tergeletak. Tiba-tiba ada temen yang ngasih buku soal-soal SBMPTN gratiss, ada saran sana-sini, dukungan untuk berjuang dari berbagai pihak, ada suara hati yang mengarahkan saya untuk ke agrotek, semua itu saya yakini terjadi atas kehendak Tuhan.
Akhirnya, saya pun berhasil mendapatkan bangku kuliah di UNS, plek banget kayak kata Nanda -adik kelas SMA saya juga- dulu yang bunyinya "Tenang, Tuhan Yesus sudah menyiapkan 1 kursi untuk mbak avie di UNS." Wahh itu bener-bener kata-kata yang bikin ayem banget bagi saya. Dan disinilah saya sekarang, jadi mahasiswi (Ceilah) semester 2 yang sedang sibuk bercengkrama dengan berbagai laporan dan UKD dengan deadline yang hampir serentak. fyuhh,
Dibentuk Tuhan memang sakit, memang tidak mudah. Ada kecewa saat kita gak bisa meraih yang diingkan (dalam hal ini lolos SNMPTN). Ada rasa lelah karena harus lebih giat berjuang (belajar buat SBMPTN). Tapi, mari kita jadi "pejuang ujian tulis" yang diberkati Tuhan. (Jurusan) yang kita inginkan mungkin memang bukan yang terbaik, tapi pasti Tuhan Allah akan memperhitungkan setiap harga, usaha, dan kerja keras yang telah kita bayar. Semangat adik-adikku yang ikut sbm, selamat adik-adikku yang lolos snm, semangat teman-teman seangkatan yang masih akan mencoba sbm tahun ini, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Tuhan Yesus memberkati masa depan kita semua.
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang-Amsal 23:18

0 komentar: