Masa Muda Sungguh Senang




Kemarin Minggu, 22 Juni 2014 saya baru saja “liburan sekolah” bersama anak-anak sekolah minggu gereja saya. Bagaikan mengulang masa lalu karena waktu TK saya juga piknik sekolah minggu di tempat yang sama, yaitu Jogja, ke Museum Dirgantara juga. Bedanya kalo waktu dulu saya ditemenin sama ibu saya, kali kemarin saya yang nemenin adik-adik sebagai “guru sekolah minggu”. Duh, berasa tua deh eike..

anak-anak alay
Gak Cuma anak sekolah minggu, banyak juga temen-temen korem (komisi remaja) yang ikutan. Kami yang dulu duduk sama ibu masing-masing sekarang duduk di bangku bus paling belakang dan jadi peserta teramai dengan tempat terkotor dipenuhi bungkus-bungkus makanan yang diambil paksa dari Radith, anak sekolah minggu yang bawa makanan banyak banget hahaha.
Radith, donatur makanan
Sebenernya, bagian paling seru dari piknik adalah perjalanan di dalam bisnya. Secara gak langsung kami jadi tambah akrab karena bercanda terus sepanjang perjalanan. Rebutan makanan hasil rampasan, dengerin curhatan Petrus tentang gebetan waktu SMA yang tak kunjung merespon, foto-foto dengan berbagai pose sampai kehabisan ide, terkuaknya rahasia rambut indah Fian sehingga tampak making ngguanteng, sampai hal-hal angker di tempat wisata pun bisa jadi bahan obrolan yang asyik.
geng berisikk. ada satu lagi, ellen. dia yang motret 
Ditengah perjalanan menuju destinasi selanjutnya (pantai), mba anis, yang duduk di sebelah saya bergumam pelan, ‘dek, jadi kangen touring kayak dulu lagi wi’ Saya hanya tertegun. Di ingatan saya terlintas kembali kenangan waktu awal-awal SMA dulu, dimana saya, mba anis, dan teman-teman yang lain sering touring atau cuman sekedar karaoke di mall. Waktu itu saya dan mba anis jadi “peserta termuda” karna masih sekolah, sedangkan yang lain udah pada kuliah bahkan kerja.
Itu sudah beberapa tahun yang lalu. Sekarang kakak-kakak kami sudah sibuk dengan pekerjaannya, dengan rumah tangga mereka, dengan bayi di gendongan mereka. Saya dan mba anis sadar bahwa kami yang “dituakan” sekarang. Kami sama-sama kuliah, dan gentian membimbing adek-adek kami yang baru aja lulus SMP. Kami bakal lulus kuliah, kerja, dan masa muda sungguh senang akan segera kami tinggalkan, hikz.

Dalam perjalanan pulang, ditengah temaram lampu bus yang berwarna oranye seperti lampion, saya melihat kursi di barisan saya. Ada mba anis, ellen, petrus, dan gatot yang tidur pulas dengan berbagai posisi ajaib. Saya juga melihat fian yang tidur meringkuk di “panggung belakang bus” agar barisan kami enggak penuh sesak gara-gara 6 kursi diisi penuh, sama petrus lagi. Di bus belakang kami, ada niko, mas agil, mas inung yang pasti juga tidur dengan posisi ajaib mereka. Saya bersyukur masih bisa seneng-seneng bareng hari itu, jadi anak alay. Walau umur makin tua, walau perkara dan tanggung jawab makin besar, namun ditengah-tengah mereka saya tetap merasa muda dan bersemangat. Masa muda sungguh senang J
how I love them. them lho ya, bukan one of them. HAHAHA


0 komentar: