Kuantitas Atau Kualitas ?


Sabtu malam.
Lebih popular dengan “malam minggu”
Saya tiba di gereja, menjumpai beberapa orang yang sudah hadir lebih dulu.
Petrus, si ndut yang selalu minta didoakan biar cepet punya pacar tiap kali doa syafaat
Gatot, yang setali tiga uang dengan Petrus – hanya saja tidak seterus terang Petrus
Fian, yang masih ganteng aja berkat rambut rebondingnya
Mas Handika, tetua yang dihormati karna galaknya tegasnya
Mas Inung, yang selalu siap menjadi apapun – gitaris, pemain cajoon
Mas Agil, gitaris pemegang roh penyembahan kami
Mas Very, yang makin gigih memperjuangkan cita-citanya – menjadi pelatih sepakbola
Niko, yang selalu antusias mencoba lagu-lagu rohani baru – dan memaksa saya untuk ikut bernyayi
Mba Anis, yang selalu jadi tempat mengadu kala saya menemukan masalah di komisi ini
Ellen, yang makin jarang PA karna aktif di kumpulan muda mudi – dan rumahnya terhitung jauh
Fani-Tabitha-Kristina-Priskila, pendatang baru di komisi remaja, calon penerus
Itulah formasi lengkap komisi remaja (termasuk saya). Dan bisa dikatakan itu adalah jumlah maksimal orang yang hadir dalam persekutuan.
Seringkali saya meminta sama Tuhan supaya persekutuan ini makin rame, makin banyak yang dateng, makin banyak persembahan
Namun, apa mau dikata jika yang diajak tak kunjung hadir dalam pa?
Urusan beribadah adalah hal yag bersifat pribadi. Kita gak bisa nge-judge gitu aja sama orang yang jarang, atau bahkan gak pernah ikut persekutuan.
Kita seharusnya gak boleh bilang ‘wah tumben kamu dateng coy’ ke temen yang emang jarang PA.
Saya sadar bahwa selama ini permintaan saya kepada Tuhan itu salah.
Saya Cuma mau kuantitasnya aja, sedangkan kualitas persekutuan jarang saya dalami.
Maka dari itu,
Memohon supaya Tuhan menguatkan iman setiap pribadi yang hadir dalam PA menjadi prioritas
Memohon supaya jangan ada lagi yang “menghilang karena sengaja” atau “menghilang karena kemauan” menjadi harapan utama
Saya Cuma minta itu.
Kalo kualitas iman setiap kami bertambah, makin banyak berkat yang bisa kami curahkan ke orang lain
Makin banyak yang rindu untuk merasakan berkat lewat persekutuan bersama dengan Tuhan
Kualitas, bukan hanya kuantitas.
Saya berhenti merenung, disadarkan oleh teriakan Petrus untuk segera memulai PA.






0 komentar: